Aku butuh rasa-rasa untuk bernostalgia Menatap meja yang usang atau manatap kau yang duduk dibarisan paling belakang Itu rasa pertamaku Untuk berlanjut yang kedua Ketika menemuimu Topiknya masih sama Kamu juga Masih sama arogannya Bisa gangguan jiwa tubuhku Habis syarafnya membentuk hiperbola Kaget rohaniah ini Melihat kita masih dijalan yang sama Tunggu. Sekali lagi tunggu. Jangan salah paham kali ini Katanya sudah berdewasa Mungkin masa ini untuk rasa-rasa yang berbeda Dan ini kau yang terselip di catatan lapuk Kuharap berubah kau manusia angkuh! Kerangkeng Nostalgia, Juli 2021 Photo by Suzy Hazelwood From Pexels
Menulis untuk belajar, berpikir dan menganalisa.