Langsung ke konten utama

Berhingga

 


‘Akhir’ aku ngeri mendengarnya

Seperti terancam nyawa

Gelap pekat tak terkira

Hingga tak menampak arah


Kiranya aku mampu?

Bahkan retak satu persatu

Lemah menyertaiku

Aku terpasung

 

Cahaya juga enggan kentara

Seperti ingin menyerah saja

Pertanyaan terus berkerumun

Tak satupun jawabannya menuntun

 

Aku diam,

Masih dalam temaram

Nyali tersekat,

Dalam lingkaran menakutkan tak beradab

Ruang Gelap, Desember 2020


Photo by Cottonbro from Pexels

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang Beragam: Kita Sebut Manusia

Mengenal manusia satu dengan yang lain memang tidak pernah cukup waktu kita. Tatanan yang kompleks dan dinamis. Sikap dan sifat yang tidak bisa hanya dipandang dari satu sisi. Terkadang... bahkan kita yang menjadi meledak seketika saat menghadapi semua itu. Kehidupan sehari-hari terus memunculkan bentuk sikap dan sifat itu sendiri. Lebih-lebih mengenai keburukan yang akan terus menjadi sorotan. Beruntung, masyarakat menjadi pengendali alamiah sebab kodrat. Mari menganalisa! Pertama, masyarakat adalah komunitas yang terdiri dari berbagai satuan individu (manusia) dan terikat sistem adat maupun tradisi. Manjadi pilihan bagi setiap individu dalam lingkaran sistem untuk mendominasi buruk atau baik. Sebagai pengalaman pribadi, masyarakat tidak bisa kita hadapi dengan sifat apatis. Sifat buruk yang terhujat dan tak terpelihara. Bisa jadi tak bertahan lama jika tampak sifat tersebut. Kedua, pernah dengar ungkapan seperti ini?—keberhasilan teori belum tentu menjamin mutu kegiatan paling nyata ...

Cara Pandang

Apa yang kalian pikirkan ketika melihat seorang perempuan dengan perilaku urakan, ekspresif dan kalau bahasa gaulnya adalah bar-bar? Semuanya seolah jauh dari standarisasi perempuan yang harusnya pendiam, lemah lembut serta kemayu. Benar atau salahkah itu? Baiklah, mari sama-sama kesampingkan salah benar namun analisa dari latar belakang dan tujuannya.                 Berdasarkan pengalaman, jika kita melihat hal-hal demikian akan tampak lebih baik jika jangan melabelkan salah total terlebih dahulu. Apakah yang perlu dilakukan? Baiknya lakukan analisa dulu. Mungkin kesannya terlalu kaku dan serius. Tapi mau bagaimana lagi, salah satu cara kita belajar mengenai kehidupan adalah belajar kepada sesama dan saling memanusiakan. Bukankah begitu kawan? Nurani memang sesuatu yang hanya bisa dirasa dengan kelembutan tanpa amarah, halus sekali dan perlu dilakukan secara mendalam. Nah, ini sebagai modal bagaimana kita bisa...