Langsung ke konten utama

Cara Pandang

Apa yang kalian pikirkan ketika melihat seorang perempuan dengan perilaku urakan, ekspresif dan kalau bahasa gaulnya adalah bar-bar? Semuanya seolah jauh dari standarisasi perempuan yang harusnya pendiam, lemah lembut serta kemayu. Benar atau salahkah itu? Baiklah, mari sama-sama kesampingkan salah benar namun analisa dari latar belakang dan tujuannya.

                Berdasarkan pengalaman, jika kita melihat hal-hal demikian akan tampak lebih baik jika jangan melabelkan salah total terlebih dahulu. Apakah yang perlu dilakukan? Baiknya lakukan analisa dulu. Mungkin kesannya terlalu kaku dan serius. Tapi mau bagaimana lagi, salah satu cara kita belajar mengenai kehidupan adalah belajar kepada sesama dan saling memanusiakan. Bukankah begitu kawan?

Nurani memang sesuatu yang hanya bisa dirasa dengan kelembutan tanpa amarah, halus sekali dan perlu dilakukan secara mendalam. Nah, ini sebagai modal bagaimana kita bisa menganalisa latar belakang. Hidup seseorang memang cukup abstrak dan hanya mereka sendiri yang tahu bagaimana hidup mereka serta apa saja yang telah mereka lalui.

Setelah mengetahui latar belakang, lengkapi hal tersebut dengan tujuan. Bagaimana tujuan mereka menjadi sesuatu yang dianggap seperti distorsi dari mayoritas. Tambahkan juga tujuan-tujuan pendukung. Disitulah kita akan lebih mengerti toleransi sessungguhnya dan tak hanya dapat menyamaratakan semua adalah kesalahan, keburukan dan negatif.

Manusia dan isu sosial adalah hal kompleks yang masih terus berkembang. Tidak ada yang paten disana. Kita dapat menemui itu semua hanya dengan adanya hubungan interaksi sesamanya. Berupa-rupa pada setiap individunya. Berbeda latar belakang juga tujuannya. Manusia adalah dinamis, hari ini, esok dan lusa kita tidak tahu dimana sikap-sifat berada. Setelah analisa latar belakang ada juga hal penting yang jangan dilewatkan. Ini adalah pentingnya cara pandang memanusiakan. Letaknya tergantung kepada setiap manusia.


Catatan: Analisa dan cara pandang ini diajarkan secara abstrak dan tersirat oleh opini nasa nara, dimulai sejak penulis belum tahu manusia sosial dan kenyataan di lapangan. Semua itu akhirnya berupa kesimpulan.

Photo: avopix

Komentar

  1. Hallo semua selamat datang di blog cakap lanskap. Blog pembahasan random yang diharapkan bisa memberi motivasi kepada kalian semua. Dipostingan ini tanggal nya tidak sinkron dengan tanggal hari ini. Tertulis disana tanggal 22 padahal penulis mempostingnya hari ini😞 Sebenarnya tulisan ini spesial dipersembahkan untuk pemilik pemikiran yang sedang berulang tahun hari ini. Selamat ulang tahun kak Nindya terimakasih telah menjadi bagian dari support system.

    Enjoy the reading ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Besttttt tulisan of the year, saya gak mau muji banyak, karena saya tau semakin orang banyak di puji, semakin ia menganggap semua hal yang ia lakukan itu kebenaran mutlak, pesan saya, tetap menjadi penganalisa, untuk semua hal, perlu kamu tau, apapun yang diambil dengan kepala dingin berbeda dengan hasil kepala panas,rumit tapi saya yakin kamu tau maksud saya. Belajar saya tunggu kabar baik dari kamu. Tetap jadi manusia yang memiliki boundaries kuat, tapi pikiran jangan, perasaan tetap nomor satukan juga, jangan terlalu logis jadi manusia, terkadang sesuatu hal yang indah, dirasakan hanya dengan perasaan yang tentram. Big love, big thanks.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merangkai Kembali yang Putus

Setelah sekian purnama tidak merangkai jejak pada platform ini, maka aku kembali dengan wajah baru yang mungkin nampak segar. Berlatih kebugaran mental yang telah lama diobrak-abrik rangkaian rutinitas. Benar juga, ya. Kata Pak Cik Andrea Hirata, rutinitas dapat membunuh kreativitas. Kawan, mungkin catatan kali ini hanya akan berisi curhatan  narsisme manusia yang sedang mengalami sempoyongan akan hidup. Manusia yang baru saja keluar dari goa primitif dan berkelit dengan dunia luar yang bebas. Dan ya, aku akan membayar lunas karena sejak beberapa waktu terakhir situs web pribadi ini mungkin cukup dianaktirikan. Sebenarnya, banyak yang ingin aku ceritakan. Tapi untuk menghindari catatan yang terlalu panjang, maka nantinya jika sempat akan aku pecah menjadi beberapa. Doakan aku sempat dan menyempatkan diri. Jika pada akhirnya tidak sempat, maka aku tidak terlalu berutang janji. Karena aku memang tidak sedang mengucap janji ataupun melingkarkan jari kelingking pada jari kalian satu pe...

Kemelekatan dan Bagaimana Ia Berkelindan

Kalau kamu pendengar musik indie, coba ingat-ingat salah satu rilisan lagu dengan judul yang amat panjang milik Banda Neira. Kiranya Banda Neira pernah melantunkan apa di telingamu? Kalau tidak berhasil mengingatnya, maka saya sudi saja menulis sebagai pembuka tulisan ini. Banda Neira hanya bilang begini: Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Kenyataan alamiah yang tidak terelakkan soal datang dan perginya seseorang memang harus disadari dengan penuh. Bijaknya, Ia merupakan siklus kehidupan yang menggambarkan betapa dinamisnya manusia beserta pengalamannya. Sebagai rangsangan atas kesadaran penuh tersebut, kita tidak mungkin menjadi naif dan membiarkan mengambang seolah nurani tidak boleh ikut andil. Beberapa waktu terakhir saya seringkali bertemu persimpangan ketika menyoal relasi dengan beberapa orang. Baik relasi pertemanan, keluarga hingga as...

Yang Beragam: Kita Sebut Manusia

Mengenal manusia satu dengan yang lain memang tidak pernah cukup waktu kita. Tatanan yang kompleks dan dinamis. Sikap dan sifat yang tidak bisa hanya dipandang dari satu sisi. Terkadang... bahkan kita yang menjadi meledak seketika saat menghadapi semua itu. Kehidupan sehari-hari terus memunculkan bentuk sikap dan sifat itu sendiri. Lebih-lebih mengenai keburukan yang akan terus menjadi sorotan. Beruntung, masyarakat menjadi pengendali alamiah sebab kodrat. Mari menganalisa! Pertama, masyarakat adalah komunitas yang terdiri dari berbagai satuan individu (manusia) dan terikat sistem adat maupun tradisi. Manjadi pilihan bagi setiap individu dalam lingkaran sistem untuk mendominasi buruk atau baik. Sebagai pengalaman pribadi, masyarakat tidak bisa kita hadapi dengan sifat apatis. Sifat buruk yang terhujat dan tak terpelihara. Bisa jadi tak bertahan lama jika tampak sifat tersebut. Kedua, pernah dengar ungkapan seperti ini?—keberhasilan teori belum tentu menjamin mutu kegiatan paling nyata ...