Sebagian dari kita mungkin pernah merasakan seseorang yg sangat dekat namun menjadi tidak mengerti, seketika asing dan tak memahami. Jika begitu, kecewa akan senantiasa bergirang menyelimuti hati andai saja tidak kita telisik dari berbagai sisi. Tapi memang ada, manusia tak selamanya sama kan? Mari analogikan topik kali ini dalam sebuah segitiga sembarang. Kita letakkan tulisan ditengahnya 'Dia yang Asing'. Setelah itu lihat per bagian sisi masing-masing. Yang kita dapati bisa saja terbagi dalam 3 sisi pandang berbeda.
Sisi pertama yang dapat kita sama-sama lihat, mungkin seseorang itu sedang berada pada kondisi yang tidak baik-baik saja. Begini, mengatasi dirinya sendiri tidak bisa apalagi untuk orang lain. Atau bisa saja kondisi kita yang justru tidak sederhana untuk menjelaskan sebuah keadaan dan peristiwa.
Sisi kedua, perlu dipertanyakan apakah mereka benar-benar yang mengerti kita sebagai teman atau lawan jenis yang istimewa misalnya. Jika tidak, dengan mudah saja kita menebak tidak ada kesungguhan dalam sebuah hubungan. Lain halnya jika hubungan yang kita maksud adalah dengan keluarga, obrolan santai dan mendalam perlu dilakukan untuk menyelesaikan.
Sisi ketiga, ini perihal kebaikan dan cara kita berpikir positif tentang seseorang. Saat ini yang tampak adalah dia yang tidak mengerti bukan berarti akan berlaku untuk selamanya, jika saja kita bisa membicarakan secara baik-baik. Dan setiap individu memang perlu yang namanya introspeksi. Ego adalah hal yang tidak mudah dikendalikan bukan? Nah, mungkin saja hal itu sedang ikut andil untuk menyemarakkan keadaan yang tak stabil itu.
Setelah semuanya dipikirkan baru bisa kita hubungkan sisi mana yang sedang terjadi. Bisa satu, dua, tiga atau kombinasi. Kemudian kita dapat mengetahui koda bagaimana yang perlu dilakukan. Dan yang penting dari semuanya adalah memberi jarak sementara waktu. Jarak bukan berarti harus menjauh atau bahkan pergi. Jarak bisa berupa tidak membicarakan topik yang sama. Berilah waktu untuk diri kita istirahat, jeda dan masa tenang. Ingat! Meninggalkan belum tentu yang dianjurkan untuk segala hal.
Dari tiga sisi pandang diatas, sisi pandang kedua tidak sepenuhnya dianjurkan. Kita perlu melihat konteks terlebih dahulu untuk menghubungkannya.

Komentar
Posting Komentar