Kalau kamu pendengar musik indie, coba ingat-ingat salah satu rilisan lagu dengan judul yang amat panjang milik Banda Neira. Kiranya Banda Neira pernah melantunkan apa di telingamu? Kalau tidak berhasil mengingatnya, maka saya sudi saja menulis sebagai pembuka tulisan ini. Banda Neira hanya bilang begini: Yang, yang patah tumbuh, yang hilang berganti Yang hancur lebur akan terobati Yang sia-sia akan jadi makna Yang terus berulang suatu saat henti Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi Kenyataan alamiah yang tidak terelakkan soal datang dan perginya seseorang memang harus disadari dengan penuh. Bijaknya, Ia merupakan siklus kehidupan yang menggambarkan betapa dinamisnya manusia beserta pengalamannya. Sebagai rangsangan atas kesadaran penuh tersebut, kita tidak mungkin menjadi naif dan membiarkan mengambang seolah nurani tidak boleh ikut andil. Beberapa waktu terakhir saya seringkali bertemu persimpangan ketika menyoal relasi dengan beberapa orang. Baik relasi pertemanan, keluarga hingga as...
Setelah sekian purnama tidak merangkai jejak pada platform ini, maka aku kembali dengan wajah baru yang mungkin nampak segar. Berlatih kebugaran mental yang telah lama diobrak-abrik rangkaian rutinitas. Benar juga, ya. Kata Pak Cik Andrea Hirata, rutinitas dapat membunuh kreativitas. Kawan, mungkin catatan kali ini hanya akan berisi curhatan narsisme manusia yang sedang mengalami sempoyongan akan hidup. Manusia yang baru saja keluar dari goa primitif dan berkelit dengan dunia luar yang bebas. Dan ya, aku akan membayar lunas karena sejak beberapa waktu terakhir situs web pribadi ini mungkin cukup dianaktirikan. Sebenarnya, banyak yang ingin aku ceritakan. Tapi untuk menghindari catatan yang terlalu panjang, maka nantinya jika sempat akan aku pecah menjadi beberapa. Doakan aku sempat dan menyempatkan diri. Jika pada akhirnya tidak sempat, maka aku tidak terlalu berutang janji. Karena aku memang tidak sedang mengucap janji ataupun melingkarkan jari kelingking pada jari kalian satu pe...